Jumat, 20 Desember 2013

Kerangka Karangan dan Kasus

Kerangka Karangan adalah rencana umum dari materi yang akan disajikan. Outline menunjukkan urutan berbagai topik, kepentingan relatif dari masing-masing, dan hubungan antara berbagai bagian.

Berikut adalah contoh kasus, dan Kerangka Karangan yang di sertai Sistematik Penulisannya.
Sampah Organik dan Anorganik

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).
Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:

1. Rumah tangga
2. kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
3. fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas
4. fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
5. Industri
6. hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.

Sampah pada pada umumnya dapat di bagi menjadi dua bagian

a. Sampah Organik
sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll.
b. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plsti. Dan botol kaleng
Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.

B. Dampak Sampah bagi Manusia dan lingkungan
Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.
1. Dampak bagi kesehatan
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
2. Dampak Terhadap Lingkungan
Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
3. Dampak terhadap keadaan social dan ekonomi
Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.
Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

C. Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
Sampah adalah Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba kita bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah kita? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk dinkota kita masing-masing!) Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.

D. Usaha Pengendalian Sampah
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.
Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai.
Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.
Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula.
Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan.
Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.
Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.

E. Peran Pemerintah dalam Menangani Sampah
Dari perkembangan kehidupan masyarakat dapat disimpulkan bahwa penanganan masalah sampah tidak dapat semata-mata ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten/Kota). Pada tingkat perkembangan kehidupan masyarakat dewasa ini memerlukan pergeseran pendekatan ke pendekatan sumber dan perubahan paradigma yang pada gilirannya memerlukan adanya campur tangan dari Pemerintah.
Pengelolaan sampah meliputi kegiatan pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pemanfaatan, pengangkutan, pengolahan. Berangkat dari pengertian pengelolaan sampah dapat disimpulkan adanya dua aspek, yaitu penetapan kebijakan (beleid, policy) pengelolaan sampah, dan pelaksanaan pengelolaan sampah.]
Kebijakan pengelolaan sampah harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat karena mempunyai cakupan nasional. Kebijakan pengelolaan sampah ini meliputi :

a) Penetapan instrumen kebijakan:
i. instrumen regulasi: penetapan aturan kebijakan (beleidregels), undang-
undang dan hukum yang jelas tentang sampah dan perusakan lingkungan
ii. instrumen ekonomik: penetapan instrumen ekonomi untuk mengurangi
beban penanganan akhir sampah (sistem insentif dan disinsentif) dan
pemberlakuan pajak bagi perusahaan yang menghasilkan sampah, serta
melakukan uji dampak lingkungan
b) Mendorong pengembangan upaya mengurangi (reduce), memakai kembali (re-
use), dan mendaur-ulang (recycling) sampah, dan mengganti (replace);
c) Pengembangan produk dan kemasan ramah lingkungan;
d) Pengembangan teknologi, standar dan prosedur penanganan sampah:
e) Penetapan kriteria dan standar minimal penentuan lokasi penanganan
akhir sampah;
f) penetapan lokasi pengolahan akhir sampah;
g) luas minimal lahan untuk lokasi pengolahan akhir sampah;
h) penetapan lahan penyangga.
F. Kompos, Alternatif Problem Sampah

Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Pengomposan dapat mengendalikan bahaya pencemaran yang mungkin terjadi dan menghasilkan keuntungan.
Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa bahan tambahan.
Pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologis dalam temperatur thermophilic (suhu tinggi) dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Pengomposan dapat dilakukan secara bersih dan tanpa menghasilkan kegaduhan di dalam maupun di luar ruangan.
Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa bahan tambahan. Bahan tambahan yang biasa digunakan Activator Kompos seperti Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism)atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). Keunggulan dari proses pengomposan antara lain teknologinya yang sederhana, biaya penanganan yang relatif rendah, serta dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak (tergantung luasan lahan).
Pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan, karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.
Hasil akhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan tanah-tanah pertanian di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah, sehingga produksi tanaman menjadi lebih tinggi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali tanah pertanian, menggemburkan kembali tanah petamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Bahan baku pengomposan adalah semua material organik yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian.


Tema : Sampah
Tujuan : Mengetahui manfaat sampah organik dan anorganik
Judul : Sampah Organik Dan Anorganik
1.      Pengertian
1.1  Pengertian Sampah
1.2  Jenis Sampah
1.2.1        Sampah Organik
1.2.2        Sampah Anorganik
2.      Dampak Sampah Bagi Manusia Dan Lingkungan
2.1  Dampak Bagi Kesehatan
2.2  Dampak Terhadap Lingkungan
2.3  Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi
3.      Bahaya Sampah Plastik
3.1  Bahaya Sampah Plastik Bagi Kesehatan
3.2  Bahaya Sampah Plastik Terhadap Lingkungan
4.      Usaha Pengendalian Sampah
4.1  Peran Pemerintah Dalam pengendalian sampah
4.2  Peran Masyarakat dalam Pengendalian Sampah
5.      Kebijakan pengelolaan Sampah
5.1  Penetapan Instrumen Kebijakan
5.1.1        Instrumen Regulasi
5.1.2        Instrumen Ekonomik
5.2  Mendorong Pengembangan
5.2.1        Mengurangi (reduce)
5.2.2        Memakai kembali (reduse)
5.2.3        Mendaur ulang (recycling)
5.2.4        Mengganti (replace)
5.3  Pengembangan produk dan kemasan ramah lingkungan
5.4  Pengembangan teknologi, standar dan prosedur penanganan sampah
5.5  Penetapan kriteria dan standar minimal penentuan lokasi penanganan
akhir sampah
5.6  penetapan lokasi pengolahan akhir sampah
5.7   luas minimal lahan untuk lokasi pengolahan akhir sampah
            5.8  penetapan lahan penyangga.

Sumber :
http://ajirudin.wordpress.com/2011/08/24/contoh-makalah-sampah/
http://gundaroke.blogspot.com/2013/11/tugas4-contoh-kasus-kerangka-karangan.html
http://khaerunnisasalsabillah.blogspot.com/2012/11/contoh-kerangka-karangan.html

Rabu, 13 November 2013

Studytour with KITA

Pada suatu hari tanggal 02 november 2013, ada sebuah kabar gembira dari pertemanan yang sudah pasti kalian tau yaitu KITA, Akhirnya KITA jadi jalan2 ke PUNCAK enggak hanya ke MONAS, KITA semua nginep di WISMA PEDAWA CILOTO dengan perjuangan keras kami akhirnya jadi jalan-jalan, disini gw bakalan menceritakan perjalanan kami yang penuh dengan kesengsaraan dan berujung dengan tak tahu bahagia atau enggak, hahaa
Pada pukul 06,00saya bangun pagi à halah kepagiaan ahh skip aja
Okay kita berangkat jam 12 siang dari rumah gw (dodo) lalu gw jemput anak-anak di rumah yanty, tapi disini danyer belum ada karena masih sekolah di gunadarma kalimalang dan awalnya danyer kan gk tau ikut apa enggak, huh dasar anak sorsi, hahaa
Lalu danyer kita kabari, ehhh ternyata secara tak terduga dia bisa ikut walaupun dadakan dan berasa kitaculik #diculik_kok_pasrah,hahaaa
Kita berawal masuk tol Barat, lalu Tol lingkar luar jagorawi, lalu menuju ke cibubur, lalu ciawi ehh qta ketemu pak SBY dong tp boong, hahaaa
Back to topik dari tol ciawi KITA melanjutkan perjalanan ke TOL PUNCAK, dan saat keluar tol Puncak disinilah permasalah terjadi #jrengjrengjreng
Awal mobil menanjak dengan mulus, ketika berjalan 1km tiba2 si yanty mencium bau kampas kopling terbakar, anak-anak sih mengira kalau itu semua kampas kopling dari BUS, tp pas si tarry ngeliat ke samping mobil ternyata Mobil yang KITA semua naiki yg mengalami masalah Kopling, lalu si sopir pun (yanty) mengambil tindakan sigap yaitu parkir di tempat terdekat nahh kebetulan tempat parkirnya itu bengkel,
Ketika di bengkel ada seorang mekanik menghampiri kami lalu bilang “itu kampas kopling ke bakar” kami pun panik, lalu mekanik itu pun memberikan solusi yang briliant tp itu mah bukan solusi siiiih, dia menyarankan untuk mengganti kampas kopling tsb, lalu anak-anak pun telphon sana-sini untuk mencari harga kampas kopling karena tuh mekanik ngomongin harganya SE ENAK JIDATNYA “-_-
Dia asal jeplak ajah tuh mulut dengan harga 800rb, kalau + pasang 1,1jt danyer pun langsung melakukan loby ke mekanik itu, tapiiiiii failed (gagal), okay fix gw (dodo) pun memutuskan untuk ganti kampas kopling #dari_pada_gk_bisa_pulang, setelah montir tersebut mengecek kampas kopling ternyata permasahan pun timbul kembali yaitu tidak hanya kampas kopling nya aja yang rusak yaitu ada kerusakan lain yaitu matahari #tapi_gk_ada_sinar_ultraviolet, hahaa
Lalu montir pun mengatakan hal lain yaitu kalau gk diganti 1shet nanti rusak di tengah jalan lagi, yaaaaasudahlah akhirnya kita semua memutuskan untuk di ganti 1shet ehh tuh mekanik itu berkata  harganya 2,2jt WOW banget gituuuh, yaa mau gimana lagi kan emang harus di ganti,
Setelah di ganti kami pun menuju pombensin untuk mengambil uang dari ATM, disini baru ketauan tuh siapa nama montirnya yaitu aa AYONG, lalu yanty berkata KAYA NAMA SAYURAN (itu oyong taplak), masalah pun terselesaikan #terimakasih_aOYONG
KITA pun melanjutkan perjalanan kembali, akhirnya Kita mencari penginapan dan akhrirnya KITA menemukan penginapan yang sudah saya sebutkan di atas, biasalah KITA semua poto-poto dan masak di kamar
Dan ketika ingin tidur ada sebuah kata-kata yang terlintas dalam benak saya “MUNGKIN MOBIL RUSAK KARENA KEBERATAN PENUMPANG” hahaaaaaaaa
Tapi ada satu hal yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut yaitu “KITA TETAP BERSAMA DAN SALING MEMBERIKAN SEMANGAT AGAR TIDAK DOWN DAN TETAP SEMANGAT UNTUK KEGIATAN ESOK PAGI”
Ketika tengah malam KITA pun tidur dan menyimpan tenaga untuk besok, good night :*
Next keesokan harinya
Oia pas waktu mau tidur itu rasanya pengen nampolin si yanti itu lho yang anaknya pak joko dan ibu indah soalnya berisik banget bikin 1 kamar gk bisa tidur semua...
Ketika pagi, yaa so pasti mandi dulu lah, klu gk mandi ntar bau kaya yanti, hahaa
Setelah semua selesai mandi, akhirnya kita pun berkemas-kemas untuk melanjutkan perjalanan kami, karena perjalanan masih jau guys,
Selesai berkemas kita pun menaiki mobil yang tentunya kampas koplingnya baru lohh, #thx_aOYONG, #lhooo
Kita melanjutkan perjalanan dan alhamdulilah perjalanan kami lancar walau agak sedikit naik turun yaa maklum dong kan di gunung, bukan gunung cwe lho jangan ngeres dulu, hehee
Kita pun sama di parkiran dan asal lw tau harga parkiranya tuh murah banget yaitu 20rb buat 1mobil wow banget gtuuuh, haha
Oia kita ketemu sama segerombolan orang yang kita anggap musuh, gara2 cara bawa mobilnya yg urakan dan gaya pakainya kya anak alay, padahal mah dia biasa aja sama kita, tapi kitanya aja yang sensi, hahaaa
Dan setelah mengemasih barang2 yang mau kita bawa apa aja buat naik gunung, kita pun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, dari sinilah pendakian kita dimulai
Awal mendaki kita masih terasa sangat segar dan bugar nafas pun masih sangat kuat dan terasa enak, kita pun menyusuri tangga demi tangga dan langkah demi langkah,
Akhirnya kita pun sampai di tempat regristrasi yaa tentunya buat daftar dan bayar ongkos masuk bagi para pendaki
Setelah registrasi kita melanjutkan pendakian, kira2 20 langkah dari tempat registrasi kita harus menyerahkan tiket masuk itu kepada penjaga tiket
Kita pun meniti setiap tangga dengan perlahan yaa tentunya degan nafas agak engos-engosan apalagi si yanti ketinggalan jauh banget soalnya gw sama tarry di depan, dan akhirnya kita pun bertemu dengan tempat pemberhentian didanau IJO, yaaa gw langsung berenti dan ngerendem kaki biar pegelnya pada ilang, awalnya tarry gk mau tp lama-lama mau juga ngerendem kaki, kan lumayan ngilangin pegel,
Dan akhirnya itu tiga anak dibelakang (oki,danyer,yanti) nongol juga, dan oki pun sembat ngambil air buat bekal perjalanan kami, beberapa menit kami itirahat lalu melanjutkan perjalanan,
Di perjalanan kami pun bertemu dengan jembatan yang terbuat dari coran batu, tidak lupa kami pun foto-fotokaren kami adalah anak yang narsis, haha
Setelah foto-foto kami melanjutkan perjalanan ke air terjun, skip aja ya langsung di air terjun cz mls jg nyeritain perjalananya soalnya panjang dan gtu2 doang
Next, kita pun sampai di air terjun, air terjunya sih yang kita liat Cuma ada 2 tapi kata orang sebenernya ada banyak, dan saat sampai di air terjon ternyata WOW perjalanan kami yang susah payah dengan meniti anak tangga satu persatu terbayarkan dengan keindahan air terjun yang turun dari atas, (#yakali turun dari bawah ke atas)
Yaaa tidak lupa kami pun foto2 di air terjun itu dan pindah dari air terjun satu ke yang satu, di tempat air terjun yg kedua ada sebuah kejadian yaituuu oki jatuh dan terperosok ke batu-batu hingga 2x dan membuat luka dikakinya katanya sih lukanya buat oleh2 dan kenangan, hahaa
Saat mau kembali ke parkiran yg seharga 20rb kami pun tidak lupa meminum kobi dulu untuk menghangatkan tubuh dan memakan ciki yang kami bawa, dan setelah itu lanjut perjalanan pulang dengan sisa tenaga yang kami miliki
Kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan kami berhenti di spot foto yang sudah kami incar, dan kami pun membuat kopi lagi sambil menikmati pemandangan dan istirahat
Saat istirahat kami bertemu orang bule dan eorang anak yang menjadi pemandu mereka, dan herannya tuh anak bisa lho bahasa itu si bule, kami pun memutuskan untuk meminta foto, tpi bukan meminta foto sama itu bule lho, tp minta fotoin makshunya, hahaaaa
Setelah istirahat kami melanjutkan perjalanan dan diperjalanan pun gw seperti biasa yang paling depan dan sekarang di temani oleh danyer si gultom, dan si tary, oki, n yanti pun jauh di belakang saya,
Gw n gultom pun buat vedeo kecil-kecilan buat kenang-kenangan kalau kita udah pernah main kesini, yaaa walaupun gambarnya berantakan karena medan yang kita lalui cukup berat (bukan medan yang di sumatra ya)
Gw n gultom pun sampai di bawah lebih dulu dan tentunya istirahat dan foto-foto lebih dulu, hehee
Dan selang beberapa menit yanti,oki,tarry pun akhirnya muncul juga, dan kitapun melanjutkan foto-foto ber 5
Setelah foto-foto kita jalan lagi, sekarang jalannya agak mudah soalnya enggak nanjak dan enggak turun, dan saat menuju mobil kebetulan ada tukang cimol dan basreng, kami pun beli dan makan bareng-bareng, dan sampai sekarang pun gw masih pengen basrengnya, yanti sih gw ajak ke puncak buat beli basreng gk mau, hahaa
Samapi di mobil saya pun langsung bertanya ke tukang parkir,
Gw : mas toilet dimana ya? dia menjawab
Tukang parkir : kamu mau kencing apa buang air besar?
Gw : mau kencing mas
Tukang parkir : tuh ada jalan kamu lurus terus disitu ada kali kamu kencing disitu aja
Gw : ok mas thx ya
Ehhh ternyata dibelakang saya ada sesosok mahkluk gaib yang bernama gultom pun ikut kencing juga
Heheheee
Setelah kencing kami melanjutkan diperjalanan, yaaa biasalah diperjalanan sangat macet dan udah biasa juga denger si yanti dan oky berdebat,
Dalam beberapa menit, detik dan jam pun kami sampai di bekasi,
Dan perjalanan kami pun berakhir
TERIMAKASIH buat teman-temanku yang selalu ada untukku entah itu senang ataupun sedih, dan aku ingin pertemanan kita akan terus terukiir hingga akhir hayat ini, AKU BANGGA MEMLIKI KALIAN DAN AKU SENANG BERADA DISISI KALIAN, THX SOB “KITA”  kalian akan selalu ada di hati gw dan akan selalu ada buat gw dan gw akan selalu ada juga buat kalian :*
KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA
“KITA”
a.       Widodo
b.      Danyer luther gultom
c.       Oky rusmanu
d.      Vidza dwi astary
e.      Yorhandyanty noor anggraini

Dan saya juga mengcuapkan terimakasih kepada
a.       Ibu Putri indah sari
b.      aOyong (tukang bengkel)
karena perjalanan kami sangat lancar berkat bantuan dan doa kalian

Penulis : Widodo


"wassalam”

nih gan fotonya :